Minggu, 10 Juli 2011

10 Misteri Otak


Begitu banyak misteri disekitar kita, terutama misteri yang ada pada alam sekitar kita. Hmmm... jangankan alam sekitar, diri sendiri kita pun masih banyak menyimpan bergagai misteri. Otak manusia bisa disamakan dengan prosesor komputer. Bedanya, kinerja prosesor dapat diuraikan secara logika, sedangkan otak kita tidak.
Ada 10 misteri yang masih menyelubungi seluk beluk otak manusia. Ilmuwan masih terus mencoba mencari penjelasan ilmiahnya. Tapi tetap saja misteri itu merupakan rahasia kehidupan ciptaan Tuhan yang luar biasa.
Berikut 10 misteri seputar otak manusia yang kita alami sehari-hari, tapi tetap kita tak mampu mencari penyebabnya.

1. Kesadaran
Saat bangun di pagi hari, kita tersadar dari tidur. Menikmati sinar matahari dari celah jendela, udara pagi nan sejuk, dan seterusnya. Kita menyebutnya sebagai kesadaran. Bidang ini memicu topik majemuk yang dibahas ilmuwan sejak zaman dulu. Pakar neurologi mutakhir menjabarkan kesadaran sebagai suatu topik riset realistis.

2. Hidup Membeku
Hidup abadi memang hanya ada dalam khayalan manusia. Namun

Cara Memaksimalkan Kemampuan Otak

Terlalu banyak berpikir tentu membuat kemampuan otak kita untuk mengingat bermacamhal menjadi sedikit terganggu. Nah, untuk itu anda perlu melakukan penyegaran agar kemampuan otak anda dapat kembali meningkat. Lalu, bagaimana cara terbaik untuk memaksimalkan kemampuan otak kita? Berikut merupakan beberapa trik agar kemampuan otak anda meningkat.

Ibarat hardisk komputer yang menampung ratusan memori, otak pun memerlukan penyegaran agar sistem kerjanya menjadi lebih maksimal. Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk melatih otak Anda agar lebih tajam mengingat hal-hal penting yang Anda butuhkan sewaktu-waktu. Selain memerhatikan asupan makanan dan latihan memori otak, meningkatkan memori dapat dilakukan dengan mencoba aktivitas yang melibatkan otak.
Cara terbaik untuk meningkatkan memori Anda menurut Dr Charulatha Sankhla, seorang ahli bedah saraf di Mumbai adalah terus menggunakannya. Menurut dia, kita harus menjaga otak seaktif mungkin.
“Karena itu, bermain “game” yang melibatkan pikiran dan teka-teki adalah cara terbaik untuk meningkatkan daya ingat,” katanya.
Berikut ini beberapa cara yang dapat Anda coba  : 

1.    Olahraga


Setiap bentuk latihan fisik akan meningkatkan kesehatan otak Anda. Latihan atau olahraga seperti basket, aerobik, menari, dan sebagainya akan meningkatkan sirkulasi darah Anda yang akhirnya akan meningkatkan kadar oksigen dalam otak Anda.
Sankhla mengatakan, hal ini sangat baik untuk meningkatkan kemampuan kognitif kita. Efeknya, Anda akan merasakan pikiran terasa lebih segar dan lapang dari sebelumnya.
Jangan lupa juga untuk selalu menjaga pola makan, karena enak belum tentu sehat :)



Minggu, 03 Juli 2011

Beragam Macam Gaya Belajar



Sangat penting buat kamu untuk mengenal gaya belajarmu sendiri dan juga strategi dalam belajar sesuai dengan gaya belajarmu, karena dunia belajar adalah dunia yang sangat dekat dengan kamu.,
terlebih untuk kamu yang menginjak masa remaja.
Masa-masa kamu menuntut ilmu di sekolah. Seperti apa gaya belajarmu? Biar kamu bisa tahu gaya belajar kamu sendiri, kita lihat sama-sama beberapa gaya belajar yang ada
Tiap kamu itu unik dan nggak ada yang sama. Kamu mungkin lebih suka belajar dengan membaca, ada juga kamu yang suka belajar dengan berbicara atau berdiskusi dengan orang-orang disekelilingmu, tapi ada juga diantaranya yang suka belajar lewat praktik langsung. Kamu tuh paling nggak suka dengan teori panjang lebar karena menurut kamu itu akan sangat membosankan.
Coba saja lihat kalau kamu lagi belajar buat ujian. Ada yang belajar sambil berbicara keras-keras sehingga kadang dia suka nggak sadar kalau teman sebelahnya terganggu, ada juga yang suka belajar sambil menyendiri dan nggak suka diganggu sama yang lain, ada juga khusyuk sendirian merenungkan buku yang sudah bibacanya. Terus, ada juga yang kalau belajar suka pakai gerak fisik, dan sebagainya.

Tiga Macam Gaya Belajar
Nah, termasuk tipe pembelajar yang manakah kamu? Gaya belajar ini sangat penting untuk kamu ketahui. Dengan begitu, kamu bisa berkembang sesuai dengan kecenderungan cara belajar dalam dirimu. Berikut ini ada tiga kecenderungan cara belajar seseorang :

Penglihatan /  Visual
Belajar melalui melihat sesuatu. Kita suka melihat gambar atau diagram. Kita suka pertunjukan, peragaan, atau menyaksikan video.

Ciri-ciri :
  1. Rapi dan teratur serta pandai memadukan warna
  2. Berbicara dengan cepat 
  3. Perencana dan pengatur jangka panjang yang baik
  4. Teliti terhadap detail
  5. Mementingkan penampilan, baik dalam hal pakaian maupun prestas
  6. Pengeja yang baik
  7. Mengingat apa yang dilihat daripada apa yang didengar

Sabtu, 02 Juli 2011

Cara Mengatasi Rendah Diri dengan Mengenali Kelebihan dan Kekurangan Diri Sendiri


1.    Pengertian rendah diri
Rendah diri adalah perasaan diri tidak mampu dan menganggap orang lain lebih baik dari dirinya. Sering kali kita lebih menghargai orang lain daripada diri sendiri. Sikap ini membuat kita menjadi "rendah diri" dan bahkan mungkin enggan berinteraksi dengan orang lain. Tentu saja sikap "rendah diri" akan merugikan diri kita sendiri dan orang-orang di sekitar kita. Sebab kita tidak bisa membuat diri kita berharga bagi orang lain dan mendedikasikan talenta ataupun keterampilan kita bagi orang-orang di sekitar kita. Untuk mengatasi sikap minder tersebut ada satu syarat, yakni menghargai diri sendiri
Pengertian rendah diri adalah keadaan emosi yang mengakibatkan munculnya berbagai perasaan negatif seperti kegelisahan, rasa tidak aman, rasa tidak mampu, takut gagal, dsb. Seperti dikatakan oleh Alder bahwa rendah diri berarti perasaan kurang berharga yang timbul karena ketidakmampuan psikologis atau social maupun karena keadaan jasmani kurang sempurna (Sumadi Suryabrata, 1984, hlm. 220).
Berikut ini contoh orang yang mengalami rendah diri :
a.   Nita merasa dirinya paling bgodoh karena nilai fisikanya 5. padahal, nita mempunyai kelebihgan pandai pada pelajaran olah raga.
b.    Arman merasa dirinya anak yang paling miskin dikelas karena sepatu yang dipakainya paling jelek. Padahal arman mempunyai kelebihan ia pandai bergau

2.    Sebab-sebab timbulnya perasaan rendah diri
Perasaan rendah diri tidak timbul dengan sendirinya. Ada dua factor yang dapat menyebabkan perasaan rendah diri, yaitu :
a.    Faktor intern, yaitu penyebab yang berasal dari diri sendiri, seperti cacat tubuh, kelemahan menguasai bidang studi, dan susah berkomunikasi.
b.    Faktor ekstern, yaitu penyebab yang berasal dari luar, seperti ekonomi orang tua lemah (tidak mampu), orang tua yang bercerai dan keluarga sering cekcok.
Kelemahan yang dimiliki oleh seseorang baik berasal dari luar maupun dari dalam dirinya dapat menimbulkan perasaan rendah diri.
Beberapa faktor lain yang menimbulkan perasaan rendah diri, yaitu ;

Selasa, 28 Juni 2011

Kenali Gaya Belajarmu ..


Hmmmm, gara belajar??!
gimana sich gara belajarmu slama ini??
Kenali Gara Belajarmu, Yuuk ..

 

Tapi ada syaratnya, ...
kamu harus jawab pertanyaan ini dengan jujur  ...
Lihat juga strategi untuk belajar, sesuai gaya belajarmu ..




OK, sekarang siapin kertas dan juga alat tulis
Setelah itu, ...
jawab pertanyaan di Tabel A, B, dan C dengan jawaban YA / TIDAK, sudah siaaaap??!


((: Selamat Mencoba :))


TABEL A
  1. Jika mengerjakan sesuatu, saya akan selalu membaca instruksinya terlebih dahulu
  2. Saya lebih suka kegiatan membaca daripada mendengarkan penjelasan
  3. Saya selalu dapat menunjukkan arah utara ataupun selatan dimanapun saya berada
  4. Saya suka menulis surat, jurnal, atau buku harian
  5. Ketika orang lain berbicara, saya biasanya membuat gambar dari apa yang mereka katakan dalam pikiran saya
  6. Saya melihat objek dalam bentuk gambar, saya dapat dengan mudah mengnali objek yang sama walaupun posisi obyek itu diputar atau diubah
  7. Saya sering mencoret-coret kertas pada saat berbicara di telepon atau dalam kelas
  8. Saya lebih suka membaca cerita daripada mendengarkan
  9. Saya dapat dengan sangat cepat melakukan penjumlahan dan perkalian dalam pikiran saya
  10. Saya suka mencatat perintah atau instruksi yang disampaikan pada saya
TOTAL :


TABEL B
  1. Saya lebih suka mendengarkan informasi yang ada dikaset daripada membaca buku
  2. Saat sendirian, saya biasanya memainkan musik/lagu atau bernyanyi
  3. Saat berbicara, saya suka mengatakan “Saya mendengarkan Anda, itu terdengar bagus, itu bunyinya bagus” 

Senin, 16 Mei 2011

Masalah - masalah dalam Proses Belajar


1.    Masalah belajar dalam proses penerimaan

a.    Kurangnya motivasi dalam proses belajar
Dorongan belajar berperan besar untuk menumbuhkan semangat siswa dalam belajar. Karena seorang siswa meski memiliki semangat yang tinggi dan keinginan yang kuat, pasti akan tetap ditiup oleh angin kemalasan, tertimpa keengganan dan kelalaian. Maka tunas semangat ini harus dipelihara secara terus menerus. Motivasi belajar merupakan kekuatan mental yang mendorong terjadinya proses belajar. Lemahnya motivasi atau tiadanya motivasi belajar akan melemahkan kegiatan belajar.
Motivasi yang diberikan dapat meliputi penjelasan tentang keutamaan ilmu dan keutamaan mencari ilmu. Bila siswa mengetahui betapa besarnya keutamaan sebuah ilmu dan betapa besarnya ganjaran bagi orang yang menuntut ilmu, maka siswa akan merasa haus untuk menuntut ilmu. Selain itu bagaimana seorang guru mampu membuat siswanya merasa membutuhkan ilmu. Bila seseorang merasa membutuhkan ilmu maka tanpa disuruhpun siswa akan mencari ilmu itu sendiri. Sehingga semangat siswa untuk menuntut ilmu sangat tinggi, dan hal ini akan memudahkan proses belajar. Karena jika siswa kurang akan moy=tivasi dalam belajar maka ia kurang bersemangat dalam belajar mereka seolah-olah tampak malas dan jerah menjalani proses belajar
.
b.   Lingkungan sosial siswa
Tiap siswa dalam lingkungan sosial memiliki kedudukan, peranan dan tanggung jawab sosial tertentu. Dalam kehidupan tersebut terjadi  kerjasama , kompetisi, persaingan, konflik atau perkelahian. Hal ini akan menimbulkan berbagai masalah dalam proses belajar serta menimbulkan berbagai gaya belajar siswa, antara lain : (1) Gaya belajar Competitive (bersaing),

Selasa, 03 Mei 2011

Kegiatan Pokok dalam Bimbingan dan Konseling


A.  Macam-macam layanan bimbingan dan konseling :
1.    Layanan Orientasi
Yaitu layanan bimbingan dan konseling yang memungkinkan peserta didik (klien) memahami lingkungan (seperti sekolah) yang baru dimasuki peserta didik, untuk mempermudah dan memperlancar berperannya peserta didik di lingkungan yang baru itu.
2.    Layanan Informasi
Yaitu layanan bimbingan dan konseling yang memungkinkan peserta didik (klien) menerima dan memahami berbagai informasi (seperti informasi pendidikan dan jabatan) yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dan pengambilan keputusan untuk kepentingan peserta didik (klien).
3.    Layanan Penempatan dan penyaluran
Yaitu layanan bimbingan dan konseling yang memungkinkan peserta didik (klien) memperoleh penempatan dan penyaluran yang tepat (misalnya penempatan dan penyaluran di dalam kelas, kelompok belajar, jurusan/program studi, program latihan, magang, kegiatan ektrakulikuler) sesuai dengan potensi, bakat, minat erta kondisi pribadinya.
4.     Layanan pembelajaran
Yaitu layanan bimbingan dan konseling yang memungkinkan peserta didik (klien) mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar yang baik dalam menguasai meteri pelajaran yang cocok dengan kecepatan dan kemampuan dirinya, serta berbagai aspek tujuan dan kegiatan belajar lainnya.

Asas Bimbingan dan Konseling


Keterlaksanaan dan keberhasilan pelayanan bimbingan dan konseling sangat ditentukan oleh diwujudkannya asas-asas berikut :
1.        Asas Kerahasiaan,
yaitu asas bimbingan dan konseling yang menuntut dirahasiakanya segenap data dan keterangan tentang peserta didik (konseli) yang menjadi sasaran layanan, yaitu data atau keterangan yang tidak boleh dan tidak layak diketahui oleh orang lain. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban penuh memelihara dan menjaga semua data dan keterangan itu sehingga kerahasiaanya benar-benar terjamin.

2.        Asas kesukarelaan,
yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki adanya kesukaan dan kerelaan peserta didik (konseli) mengikuti/menjalani layanan/kegiatan yang diperlukan baginya. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban membina dan mengembangkan kesukarelaan tersebut.

3.        Asas keterbukaan,
yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar peserta didik (konseli) yang menjadi sasaran layanan/kegiatan bersifat terbuka dan tidak berpura-pura, baik di dalam memberikan keterangan tentang dirinya sendiri maupun dalam menerima berbagai informasi dan materi dari luar yang berguna bagi pengembangan dirinya.

Fungsi Bimbingan dan Konseling


1.   Fungsi Pemahaman,
yaitu fungsi bimbingan yang membantu peserta didik atau siswa agar memiliki pemahaman terhadap dirinya (potensinya) dan lingkungannya (pendidikan, pekerjaan, dan norma agama). Berdasarkan pemahaman ini, siswa diharapkan mampu mengembangkan potensi dirinya secara optimal, dan menyesuaikan dirinya dengan lingkungan secara dinamis dan konstruktif.
2.   Fungsi Preventif,
yaitu fungsi yang berkaitan dengan upaya konselor untuk senantiasa mengantisipasi berbagai masalah yang mungkin terjadi dan berupaya untuk mencegahnya, agar tidak dialami oleh peserta didik. Melalui fungsi ini, konselor memberikan bimbingan kepada siswa tentang cara menghindarkan diri dari perbuatan atau kegiatan yang membahayakan dirinya. Adapun teknik yang dapat digunakan adalah layanan orientasi, informasi, dan bimbingan kelompok. Beberapa masalah yang perlu diinformasikan kepada para siswa dalam rangka mencegah terjadinya tingkah laku yang tidak diharapkan, diantaranya : bahayanya minuman keras, merokok, penyalahgunaan obat-obatan, drop out, dan pergaulan bebas (free sex).
3.   Fungsi Pengembangan,
yaitu fungsi bimbingan yang sifatnya lebih proaktif dari fungsi-fungsi lainnya. Konselor senantiasa berupaya untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, yang memfasilitasi perkembangan siswa. Konselor dan personel Sekolah/Madrasah lainnya secara sinergi sebagai teamwork berkolaborasi atau bekerjasama merencanakan dan melaksanakan program bimbingan secara sistematis dan berkesinambungan dalam upaya membantu siswa mencapai tugas-tugas perkembangannya. Teknik bimbingan yang dapat digunakan disini adalah layanan informasi, tutorial, diskusi kelompok atau curah pendapat (brain storming), home room, dan karyawisata.

Kamis, 28 April 2011

Tujuan Layanan Bimbingan


Tujuan layanan bimbingan, agar siswa dapat :
  1. Merencanakan kegiatan penyelesaian studi, perkembangan karir serta kehidupan-nya di masa yang akan datang.
  2. Mengembangkan seluruh potensi dan kekuatan yang dimiliki peserta didik secara optimal.
  3. Menyesuaikan diri dengan lingkungan pendidikan, lingkungan masyarakat serta lingkungan kerjanya.
  4. Mengatasi hambatan dan kesulitan yang dihadapi dalam studi, penyesuaian dengan lingkungan pendidikan, masyarakat, maupun lingkungan kerja.
Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut, mereka harus mendapatkan kesempatan untuk :
  1. Mengenal dan memahami potensi, kekuatan, dan tugas-tugas perkembangannya.
  2. Mengenal dan memahami potensi atau peluang yang ada di lingkungannya,
  3. Mengenal dan menentukan tujuan dan rencana hidupnya serta rencana pencapaian tujuan tersebut

Bimbingan dan Konseling

Bimbingan dan konseling adalah pelayanan bantuan untuk peserta didik, baik secara perorangan maupun kelompok agar mandiri dan bisa berkembang secara optimal, dalam bimbingan pribadi, sosial, belajar maupun karier melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung berdaarkan norma-norma yang berlaku (SK Mendikbud No. 025/D/1995)
Bimbingan dan konseling merupakan  upaya proaktif dan sistematik dalam memfasilitasi individu mencapai tingkat perkembangan yang optimal, pengembangan perilaku yang efektif, pengembangan lingkungan, dan peningkatan fungsi atau manfaat individu dalam lingkungannya. Semua perubahan perilaku tersebut merupakan proses perkembangan individu, yakni proses interaksi antara individu dengan lingkungan melalui interaksi yang sehat dan produktif. Bimbingan dan konseling memegang tugas dan tanggung jawab yang penting untuk mengembangkan lingkungan, membangun interaksi dinamis antara individu dengan lingkungan, membelajarkan individu untuk mengembangkan, merubah dan memperbaiki perilaku.
Bimbingan dan konseling bukanlah kegiatan pembelajaran dalam konteks  adegan mengajar yang layaknya dilakukan guru sebagai pembelajaran bidang studi, melainkan layanan ahli dalam konteks memandirikan peserta didik. (Naskah Akademik ABKIN, Penataan Pendidikan Profesional Konselor dan Penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling dalam Jalur Pendidikan Formal, 2007).