Sabtu, 13 Juli 2013

Masalah-masalah yang muncul Ketika Proses Belajar

  1. Masalah fisik. Misalnya kurangnya daya penglihatan, hal ini akan menyebabkan peserta didik tidak dapat berkonsentrasi dan merasa tidak nyaman ketika guru sedang mengajarkan mata pelajaran. 
  2. Kurangnya minat terhadap mata pelajaran dan guru yang mengampu mapel tertentu. Ketika anak tidak memiliki minat terhadap mata pelajaran maupun terhada guru yang mengampu mapel tersebut, maka anak dalam menjalani proses belajar tidak akan sepenuhya memperhatikan mata pelajaran tersebut. Karena minat rasa ingin tau anak mengenai pelajaran tersebut sangat minim dan ia tidak menyukai guru tersebut
  3. Tidak Konsentasi Belajar. Konsentrasi belajar merupakan kemampuan memusatkan perhatian pada pelajaran. Pemusatan perhatian tersebut tertuju pada isi bahan belajar maupun proses memperolehnya. Untuk memperkuat perhatian guru perlu melakukan berbagai strategi belajar mengajar dan memperhatikan waktu belajar serta selingan istirahat. Yang perlu diperhatikan oleh guru ketika memulai proses belajar ialah sebaiknya seorang guru tidak langsung melakukan pembelajaran namun seorang guru harus memusatkan perhatian siswanya sehingga siap untuk melakukan pembelajaran. Sebab ketika awal masuk kelas perhatian siswa masih terpecah-pecah dengana berbagai masalah. Sehingga sangat perlu untuk melakukan pemusatan perhatian dengan berbagai strategi. Menurut seorang ilmuan ahli psikologis kekuatan belajar seseorang setelah tigapuluh menit telah mengalami penurunan. Ia menyarankan agar guru melakukan istirahat selama beberapa menit. Istirahat ini tidak harus keluar kelas melainkan dapat berupa obrolan ringan yang mampu membuat siswa merasa rileks kembali. Dengan memberikan selingan istirahat, maka perhatian dan prestasi belajar dapat ditingkatkan.
  4. Tidak Dapat Mengolah Bahan Belajar. Mengolah bahan belajar merupakan kemampuan siswa untuk menerima isi dan cara pemerolehan ajaran sehingga menjadi bermakna bagi siswa. Isi bahan belajar merupakan nilai nilai dari suatu ilmu pengetahuan, nilai agama, nilai kesusilaan, serta nilai kesenian.
    Kemampuan siswa dalam mengolah bahan pelajaran menjadi makin baik jika siswa berperan aktif selama proses belajar. Misalnya, guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya materi yang disampaikan, sehingga siswa benar-benar memahami materi yang telah disampikan. Siswa akan mengolah bahan belajar dengan baik jika mereka merasa materi yang diampaikan menarik, sehingga seorang guru sebaiknya menyampaikan materi secara menarik sehingga siswa akan memusatkan perhatiannya terhadap materi yang disampaikan oleh guru.
  5. Kurangnya Menyimpan Perolehan Hasil Belajar. Menyimpan perolehan hasil belajar merupakan kemampuan menyimpan isi pesan dan cara perolehan pesan. Kemampuan menyimpan tersebut dapat berlangsung dalam jangka waktu yang pendek maupun dalam jangka waktu yang panjang. Proses belajar terdiri dari proses pemasukan , proses pengolahan kembali dan proses penggunaan kembali. Biasanya hasil belajar yang disimpan dalam jagka waktu yang panjang akan mudah dilupakan oleh siswa. Hal ini akan terjadi jika siswa tidak membuka kembali bahan belajar yang telah diberikan oleh seorang guru. Untuk mengatasi hal ini sebaiknya guru mengingatkan akan materi yang telah lama diberikan, serta memberikan pertanyaan yang berkaitan dengan materi tersebut. Sehingga mau atau tidak mau siswa akan berusaha untuk mengingat kembali materi yang telah lama disampaikan serta membuka kembali buku yang berkaitan dengan materi tersebut. Sehingga Ingatan yang disimpan dalam jangka panjang akan semakin kuat.
  6. Tidak konsentrasi dalam belajar karena merasa takut, dibenci dan merasa akan selalu dihukum oleh guru.Perasaan takut akan mengakibatkan terganggunya peserta didik dalam proses belajar, anak akan pasif ketika mengikuti kegiatan belajar mengajar, misalnya anak takut untuk menanyakan materi yang belum ia pahami dan ia kuasai kaena ia merasa takut ketika ia bertanya ia akan dimarahi oleh gurunya.
  7. Kurang Motivasi Belajar karena paksaan orang tua berbeda dengan apa yang diinginkan. Hal ini akan menganggu anak ketika dalam proses belajar, anak merasa terpaksa dalam mengikuti mata pelajara yang ada, karena ia tidak berminat dengan mata pelajaran SMA, ia lebih menyukai mapel yang ada di SMK.
  8. Keluarga Tidak utuh / Kurang Harmonis.  Suasana keluarga yang tidak harmonis akan mengakibatkan terganggunya anak dalam proses belajar, ia tidak dapat berkonsentrasi ketika guru sedang menerangkan mata pelajaran, tidak konsentrasinya anak dikarenakan fikiran anak tidak focus terhadap mapel tersebut karena ia sedang memikirkan masalah yang sedang terjadi dalam keluarganya. Sehingga ia hanya menyerap sedikit atau bahkan tidak dapat menyerap sama sekali dari mapel yang diterangkan oleh gurunya.
  9. Kurangnya Alat dan Sumber untuk Kegiatan Belajar.  Kurannya pengadaan alat dan sumber dapat menyebabkan terganggunya proses belajar bagi peserta didik. Karena dengan lengkapnya alat dan sumber untuk kegiatan belajar maka proses belajar pun akan maksimal.
  10. Sarana dan Prasarana Pembelajaran yang tidak memadai.  Apabila sarana dan prasarana tidak memadai maka hal ini akan menganggu proses belajar siswa, misalnya laboratorium computer yang tidak memadai, maka siswa dalam mempelajari mapel computer, siswa tersebut tidak dapat belajar secara optimal dalam proses pembelajaran. 
  11. Metode Pembelajaran (guru) Membosankan dan kurang efektif. Metode pengajaran yang membosankan dan kurang sesuai dengan apa yang diinginkan oleh siswa dapat mempengaruhi dalam proses pembelajaran. Ketika anak merasa sudah mulai bosan, tidak menutup kemungkinan bahwa anak akan merasa mengantuk, atau akan berbicara sendiri dengan temannnya, sehingga ia tidak memperhatikan materi apa yang sedang diajarkan oleh gurunya. Maka siswa dapat dikatakan tidak benar-benar mengalami proses belajar.
  12. Sukar Mengikuti Pelajaran di Sekolah (Kemampuan Intelektual). Kemampuan siswa didalam kelas antara siswa yang satu dengan siswa yang lain itu tidak sama, ada siswa yang memiliki kemampuan intelektual tinggi, jadi ketika guru sedang menerangkan materi ia langsung dapat memahaminya. Namun ada juga siswa yang memiliki kemampuan intelektual yang sedang ataupun tergolong rendah. Siswa yang tergolong memiliki kemampuan intelekual rendah, biasanya ia agak kesulitan untuk langsung dapat memahami apa yang sedang guru ajarkan. Hal ini dapat menganggu siswa dalam proses belajar. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar